Makassar, 18 Januari 2026 — Program Studi Ilmu Kelautan Institut Teknologi Bisnis dan Maritim Balik Diwa (ITBM Balik Diwa) bersama Senat Mahasiswa, pelajar SMA/SMK, serta masyarakat menggelar kegiatan edukasi dan penanaman mangrove bertajuk Mangrove for Future di Eco Eduwisata Mangrove Parangloe, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Minggu (18/1/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Selamatkan Mangrove dan Rangkai Harapan” sebagai wujud komitmen bersama dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan bagi generasi muda dan masyarakat. Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi Ilmu Kelautan ITBM Balik Diwa, Muh Imran Lapong, S.Kel, M.Si , serta dihadiri oleh Rektor ITBM Balik Diwa, Muh. Ikramullah Akmal, S.Sos, M.Si.
Dalam sambutannya, Ikramullah Akmal menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya ekosistem mangrove serta mendorong partisipasi aktif dalam upaya pelestarian lingkungan pesisir.“Kami sangat bersyukur melihat antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan ini. Sebagai pimpinan, kami sangat mengapresiasi dan akan terus mendorong kegiatan konservasi lingkungan seperti ini sebagai bagian dari peran nyata perguruan tinggi,”
Rangkaian kegiatan diawali dengan diskusi edukatif mengenai fungsi dan peran strategis mangrove bagi ekosistem pesisir, mulai dari pencegahan abrasi, sebagai habitat berbagai biota laut, hingga kontribusinya dalam mitigasi perubahan iklim dan penyerapan karbon. Usai sesi edukasi, seluruh peserta yang terdiri dari mahasiswa, pelajar SMA/SMK, dan masyarakat melakukan penanaman mangrove secara bersama-sama di kawasan Eco Eduwisata Mangrove Parangloe. Salah seorang peserta, Iksan, mengaku senang dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kepedulian ITBM Balik Diwa terhadap lingkungan laut tidak hanya terbatas pada restorasi terumbu karang, tetapi juga mencakup pelestarian mangrove sebagai fondasi utama kehidupan masyarakat pesisir “Mangrove adalah penyangga utama ekosistem pesisir. Jika mangrove rusak, maka kehidupan masyarakat pesisir juga akan terdampak,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Mangrove for Future, ITBM Balik Diwa berharap kesadaran generasi muda dan masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem mangrove semakin meningkat serta mampu melahirkan aksi-aksi berkelanjutan demi kelestarian lingkungan pesisir Kota Makassar.



