Gowa, 12 Agustus 2025 – Mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Maritim (ITBM) Balik Diwa Makassar yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat di Dusun Pattiroang, Desa Sicini, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa, menginisiasi pembuatan pakan ikan alami dengan memanfaatkan bahan lokal seperti pisang dan ubi kayu.
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa yang bertujuan untuk memperkenalkan inovasi pakan alternatif yang ramah lingkungan, hemat biaya, dan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang tersedia di sekitar desa.
Artikel Terkait yang Direkomendasikan
- jepe500
- Lihat tautan
- Pergi ke tautan
- Buka tautan
- login jepe500
- login fulltoto
- login vivo500
- login fulltoto
- login full500
- Cobain sekarang
- login olbwin
- login vivo500
- login jepe500
- login oppo500
- login fulltoto
- login full500
- login 1win
- agen sbobet
- program
- kingdom arts and sciences
- Website VIVO500
- slot online
- Judi bola
- SLOT88
- We are Olimpia
- Carnevali & stern
- Kunjungi situs
- judi bola
- ampme.dev
- Tentang kami
- US Web Meds
- plasticcaosu.io.vn
- draudrey.com
- APK JOSS
- Berita Nasional
- Berita Harian
- Cek Berita
- Astrapedia
- Berita Terpopuler
- Wisata Alam
- AK Phone
- Berita Mata Publik
- Este Line
- blog.meratheka.com
- News Ninja Pro
- ITBM Balikdiwa
- punkar.nam.go.jp
- Revue Zaouli
- Magnum Pools
- Macau Live Draw
- Live Draw Pools
- Live Draw SGP 6D
- 788 Lotto
- Universitas Achmad Yani
- Sistem Informasi Akademik Kampus
- Judi Bola
- SL888
- Live Casino
- Live Draw
Proses pembuatan pakan dilakukan langsung oleh mahasiswa KKN, mulai dari pemilihan bahan baku, pengupasan dan pengolahan pisang serta ubi kayu, pencampuran dengan bahan pendukung, hingga proses pencetakan dan pengeringan. Hasil pakan alami ini kemudian digunakan untuk uji coba pemberian pakan pada ikan di kolam setempat.
Mahasiswa KKN-PM di Dusun Pattiroang menjelaskan bahwa ide pembuatan pakan alami ini berangkat dari keprihatinan terhadap tingginya harga pakan pabrikan “Kami mencoba memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah ditemukan di desa untuk menghasilkan pakan yang lebih ekonomis, tapi tetap memenuhi kebutuhan nutrisi ikan,” .
Ke depan, mahasiswa KKN berharap inovasi ini dapat dikembangkan lebih lanjut dan diadopsi oleh masyarakat desa, sehingga mampu membantu menekan biaya produksi budidaya ikan sekaligus memanfaatkan hasil pertanian lokal secara optimal.